Translate

Senin, 13 Januari 2014

ungkapan hati

Waktu terus berlalu dan tanpa kita sadari yang ada kini hanya kecewa, sesak dan goresan luka yang entah sampai kapan kesedihan ini terus menghiasa hubungan ini. namun semua rasa sedih,kecewa dan sesak itu akan menjadi kenangan dan pengalaman yang terus dan terus datang silih berganti. saya serius dengan hubungan ini bahkan mungkin jauh lebih serius dari yang kamu kira karna satu alasan yang tak  dapat terucap. saya akan berusaha tetap bertahan walau jutaan ombak, ratusan goresan dan puluhan tetes air mata. karna hanya ada satu alasan yaitu "AKU TERLANJUR CINTA KAMU"






kini kesedihan itu tlah menjadi hal yang biasa karna kamu. dan karna hanya kamu yang selalu menggoreskan luka dihati ini. apa ini suatu hukuman buat aku karna dulu selalu menyakiti hatimu? entah lah yang jelas aku cukup puas dan sangat leleh dengan kesedihan ini.







aku selalu mencoba tegar menghadapi semua cobaan
selalu mencoba tersenyum dalam tangis
selalu mencoba bahagia dalam kesedihan dan
selalu mencoba kuat diantara kehancuran dan kerapuhanku
karna aku tak ingin semua orang tau kesedihanku
tak ingin mereka tau air mataku dan
aku tak ingin mereka  melihat kehancuranku.




BERTAHAN mungkin itu adalah kata yang pantas buat hubungan kita ini. karna hanya dengan bertahan aku dapat membuktikan kesetiaan ku padamu.
namun semua itu hanya hayalan semata karna bertahan tak selamanya indah.
berikan hamba kekuatan Tuhan agar dapat terus bertahan dalam sakit dan sesak ini.




kata ini yang selalu aku ingat dari mu
karna dengan kata ini yang membuktikan keseriusanmu dalam hubungan ini.

 



wanita yang baik adalah wanita yang selalu bawel pada pasangannya
rasa cemburuh, cemas yang berlebih dan kehawatiran yang selalu datang
semua itu adalah bukti kasih sayang
tapi kalo semua hal itu hanya dipandang sebelah mata
yang ada hanya sesak dan kelelahan yang tak dihargai
ketahuilah semua kebawelan itu tak akan lagi ada jika yang dibaweli hanya merehkan dan tak menghargai semua itu.


 maaf sayang..
karna hanya dengan dua kata itu hati seseorang akan luluh dan melupakan semua amarahnya, kesakitannya dan air mata yang telah keluar
dan anehnya hal itu selalu terjadi dan berulang kali terjadi
menangis semalaman, galau seharian dan berdiam diri satu minggu
tapi hanya dengan 5 menit mendengar kata itu semua kesakitan itu hilang dan terlupakan
apa ini yang dinamakian pengorbanan cinta?
atau ini salah satu kebodohan cinta?
entah lah yang jelas kata MAAF tlah menjadi kata terakhir penghapus kesakitan.


Laporan Kerja Praktek (LPK)
Tentang
“Menganalisis Pencatatan Dalam Akuntansi pada
PT. Unilever Indonesia Tbk.”

Disusun oleh :
Nama : Elis Roliska
NPM : 52213861
Kelas : 1DF04
Manajemen Keuangan
Depok - 2014
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil pelaksanaan praktek kerja industri (PRAKERIN).
Penyusunan laporan praktek kerja industri ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun 2014 dan laporan ini juga sebagai bukti bahwa saya (penulis) telah melaksanakan dan menyelasaikan praktek kerja industri di PT. UNILEVER INDONESIA Tbk.
laporan ini dapat terbuat dan di selesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing materi maupun teknis, oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Dr. Renny Nur Ainy selaku dosen mata kuliah Pengantar Akuntansi 1.
Saya menyadari kekurangan-kekurangan, baik mengenai materi maupun penyusunan-nya dikarenakan keterbatasan kemampuan dan waktu penulis. Oleh karena itu saya dengan senang hati akan menerima segala kritik dan saran yang ditujukan untuk perbaikan agar menjadikan laporan ini menjadi lebih sempurna.

Depok,  januari 2014

Penyusun
Elis Roliska























DAFATR ISI
                                                                                                            Halaman
LEMBAR  JUDUL..................................………………………………………………...        i
KATA PENGANTAR...................................………………….…………………………        ii
DAFTAR ISI………………………..............................………………………………...           iii

BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ……...................................................…………….………..         5
1.2. Materi Kerja Praktek ............................................……………….…….…...         6
1.3. Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek ...............................................................       7

BAB II : TEMPAT KERJA PRAKTEK
 2.1. Gambaran Umum Perusahaan/ Instansi .......................................................       8
2.1.1. Sejarah PT. Unilever Indonesia......................................................        8
2.1.2. Perluasan Unilever Indonesia ........................................................       9
2.1.3.. Kronologi .....................................................................................       10
2.1.4. Misi dan Visi ..................................................................................      11
2.3. Struktur Organisasi .........................................................................................     12

BAB III : METODE PRAKTEK
3.1. Tempat Kerja Praktek dan Periode Kerja Praktek .........................................       15
3.1.1. Tempat Kerja Praktek.....................................................................       15
3.1.2. Periode kerja praktek ....................................................................        15
3.1.Metode yang di Gunakan Dalam Kerja Praktek ............................................        16

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1   Hasil Kerja Praktek .....................................................................................         17
4.1.1. Siklus atau Proses Pencatatan dalam Akuntansi..................................         17
4.1.2. Pembahasan Hasil Kerja Praktek.........................................................        21
BAB V : PENUTUP
5.1. Kesimpuklan .................................................................................................      29
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................      30
































BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Proses pencatatan akuntansi adalah salah satu aktivitas yang penting didalam sebuah perusahaan. Kecepatan pemprosesan atau perhitungsan  seringkali terlambat dikarenakan hal-hal praktis yang dikerjakan secara manual. Adanya suatu prosedur kerja berdasarkan struktur organisasi dan konsep manajemen yang diberlakukan terkadang tidak efisien dan dapat berakibat tidak terintegrasinya informasi yang berpengaruh langsung pada kualitas outputnya. Proses manual dalam perhitungan pencatatan akuntansi terkadang cukup banyak menghabiskan waktu dan biaya. Manajemen system keuangan  adalah teknik pengolahan akuntansi dalam suatu perusahaan. Perhitungan yang cepat, tepat dan akurat akan mendukung roda perekonomian perusahaan tersebut untuk menjadi sehat dan berkembang pesat. Oleh karena itu manajemen system keuangan dapat menjadi salah satu solusi penyelesaian untuk proses pengolahan perhitungan keuangan bagi suatu perusahaan. Dengan berkembangkannya teknologi akuntansi dari tahunke tahun manajemen keuangan  mengalami perubahan yang cukup besar. Bahkan dalamperkembangannya disiplin ilmu manajemen keuangan  memperoleh bentuk – bentuk baru yang sebelumnya tidak nampak menjadi terbuka untuk digali dan dikembangkan menjadi teori-teoriyang kemudian diaplikasikan untuk menjadi softwear yang dapat berguna untuk mendukung kinerja manusia. Tetapi perkembangan dilapangan yang dinamis seringkali menimbulkan permasalahan,dikarenakan tidak idealnya kondisi lapangan yang dilihat dari sudut pandang teori. Sehingga kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dengan teori yang didapatkan sering kali terbentuk dari pengalaman menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada dilapangan baik yang berhubungan dengan teori yang bersangkitan maupun hal lain. Kerja praktek merupakan sarana latihan dalam pengembangan pendidikan yang diperoleh dibangku kuliah sehingga dengan adanya kerja praktek ini diharapkan mahasiswa memahamibagaimana menerapkan ilmunya di lapangan pekerjaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa pencatatan dalam akuntansi yang ada pada salah satu perusahaan terkemuka yaitu PT.Unilever Indonesia Tbk. Untuk itu penulis member judul karya ilmiah ini dengan nama “Menganalisis Pencatatan Dalam Akuntansi pada PT. Unilever Indonesia.”








1.2       Materi Kerja Praktek
Dari sekian banyaknya ruang lingkup kegiatan usaha pada PT.Unilever Indonesia, maka sangatlah penting untuk membatasi masalah yang akan dibahas untuk penyusunan Laporan Kerja praktek ini. Untuk membatasi permasalahan tersebut, maka akan dilakukan pembahasan materi kerja praktek tentang  Menganalisis Pencatatan Dalam Akuntansi pada PT. Unilever Indonesia yaitu :
1.      Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian 30 September 2011 dan 31 Desember 2010
2.       Laporan Laba Rugi Konsolidasian Periode Yang Berakhir Pada
30 September 2011 dan 2010
3.      Laporan Arus Kas Konsolidasian Periode 30 September 2011 dan 2010





















1.3.  Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek
   1.3.1.   Tujuan Kerja Praktek
a. Tujuan Umum
Tujuan umum dari kerja praktek ini saya lakukan adalah untuk mengadakan perpaduan antara ilmu yang telah saya dapatkan di bangku perkuliahan dengan kejadian-kejadian di lapangan sebagai objek penerapan teori, khususnya menyangkut keuangan. Di samping itu merupakan suatu persyaratan untuk memenuhi nilai akhir pada Jurusan Manajemen Keuangan di Universitas Gunadarma.
b. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari kerja praktek ini adalah untuk mengetahui :
4.      Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian 30 September 2011 dan 31 Desember 2010
5.       Laporan Laba Rugi Konsolidasian Periode Yang Berakhir Pada
30 September 2011 dan 2010
6.      Laporan Arus Kas Konsolidasian Periode 30 September 2011 dan 2012

1.3.2.   Manfaat Kerja Praktek
1. Institusi dapat memanfaatkan mahasiswa Kerja Praktek dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas di unit kerja masing-masing
2. Institusi mendapat alternative calon karyawan yg telah dikenal mutu dan kredibilitasnya.
3. Menciptakan kerjasama yang baik antara Jurusan manajemen keuangan di Universitas Gunadarma dan Institusi tempat magang mahasiswa.












BAB II
TEMPAT KERJA PRAKTEK
2.1          Gambaran Umum Institusi
2.1.1. Sejarah PT. Unilever Indonesia
PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.
Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini  disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.
Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.
Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.
Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.
2.1.2 Perluasan Unilever Indonesia
Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.
Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.
Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.
2.1.3 Kronologi
1920-30    Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933         Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936         Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV 
                  Angke, Jakarta
1941         Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46    Kendali oleh unilever dihentikan  (Perang Dunia II)
1965-66    Di bawah kendali pemerintah

1967         Kendali usaha kembali ke Unilever
                   berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981         Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982         Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988         Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990         Terjun di bisnis teh
1992         Membuka pabrik es krim
1995         Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98    Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999         Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000         Terjun ke bisnis kecap
2001         Membuka pabrik teh – Cikarang
2002         Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003         Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004         Terjun ke bisnis makanan ringan
2005         Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008         Terjun ke bisnis minuman sari buah
2010         Perusahaan memasuki bisnis pemurnian air dengan meluncurkan Pureit
2011         Perusahaan mendirikan pabrik sabun mandi Dove di Surabaya
                  sekaligus memperluas pabrik es krim Wall’s dan Skin Care di Cikarang
2.1.4. Misi
Misi korporasi Unilever adalah untuk meningkatkan vitalitas hidup. Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan benar-benar memahami pelanggan abad 21 dan kehidupan mereka.
2.1.5. Visi
“To become the first choice of consumer, costumer and community”








2.2. Struktur Organisasi

Direksi

Direksi adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Unilever Indonesia

Maurits Daniel Rudolf Lalisang

Presiden Direktur.
Warga Negara Indonesia.

Tevilyan Yudhistira Rusli

Direktur
Warga Negara Indonesia.

Hadrianus Setiawan

Direktur.
Warga Negara Indonesia.

Ramakrishnan Raghuraman

Direktur.
Warga Negara India

Debora Herawati Sadrach

Direktur.
Warga Negara Indonesia.

Ira Noviarti

Direktur.
Warga Negara Indonesia.
Direktur.
Warga Negara India.

Ainul Yaqin

Direktur.
Warga Negara Indonesia.

Enny Hartati Sampurno

Direktur.
Warga Negara Indonesia.

Sancoyo Antarikso

Direktur & Sekretaris Perusahaan.
Warga Negara Indonesia.

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan terbatas (PT).

Peter Frank Ter Kulve

Presiden Komisaris.
Warga negara Belanda.

Bambang Subianto

Komisaris Independen.
Warga Negara Indonesia

Cyrillus Harinowo

Komisaris Independen.
Warga Negara Indonesia.

Erry Firmansyah

Komisaris Independen.
Warga Negara Indonesia.

Hikmahanto Juwana

Komisaris Independen.
Warga negara Indonesia.

Komite Audit

Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi kepengawasannya dengan melaksanakan kajian atas integritas laporan keuangan Unilever Indonesia; manajemen risiko dan pengendalian internal; kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan perundang-undangan; kinerja, kualifikasi dan independensi auditor eksternal; dan implementasi dari fungsi audit internal.

Erry Firmansyah

Ketua Komite Audit,
Warga Negara Indonesia

Muhammad Saleh

Anggota Komite Audit.
Warga Negara Indonesia.

Benny Redjo Setyono

Anggota Komite Audit.
Warga Negara Indonesia.

BAB III
METODE PRAKTEK

3.2. Tempat Kerja Praktek dan Periode Kerja Praktek
3.2.1.      Tempat Kerja Praktek
Kerja praktek atau magang merupakan salah satu persyaratan untuk menyusun Laporan Kerja Praktek (LKP). Dalam kegiatan magang ini, penulis mencari data-data yang relevan dengan judul penulisan. Penulis melakukan kerja praktek pada Perusahaan PT.Unilever Indonesia yang berada di  JI. Jababeka Raya II Kawasan industri Jababeka – Cikarang. Posisi ketika magang adalah staff administrasi.

3.2.2.      Periode Kerja Praktek
            Batasan waktu yang ditentukan oleh Universitas Gunadarma untuk kerja praktek atau magang selama libur semester 4 ke semester 5 dan minimal melakukan kerja praktek adalah 14 hari. Selama kerja praktek penulis melakukan beberapa kegiatan pada bagian administrasi.

















3.3.Metode yang di Gunakan Dalam Kerja Praktek
Untuk mendapatkan data yang relevan dengan Laporan Kerja Praktek yang dibuat, maka penulis melakukan pengumpulan data-data melalui:
3.3.1.      Studi Lapangan
a.       Kerja Praktek
            Penulis melakukan kerja praktek di perusahaan PT. Unilever indonesia dan menjadi bagian yang menjalankan sistem yang berlaku di perusahaan tersebut, yaitu pada bagian administrasi. Selama kerja praktek, penulis melakukan beberapa tugas sesuai dengan judul Laporan Kerja Praktek.
b.      Pengamatan
            Selama kerja praktek berlangsung, penulis melakukan pengamatan terhadap Bagian Devisi Pemasran untuk mengetahui seperti apa metode pemasaran dan keuangan yang dilakukan pada PT. Unilever indonesia.
c.       Wawancara
            Penulis melakukan tanya jawab kepada staf bagian administrasi untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan dalam memasarkan setiap produknya sehingga akhirnya sampai ke konsumen.
3.3.2.      Studi Pustaka
     Agar penulis dapat mempertanggung jawabkan teori yang digunakan dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek , maka penulis melakukan pencarian landasan teori yang berlaku sesuai dengan tema penulisan.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Kerja Praktek
4.1.1.      Siklus atau Proses Pencatatan dalam Akuntansi
Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.
Siklus Akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus di lalui dalam proses akuntansi yang  berjalan terus menerus dan berulang.
Siklus Akuntansi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan :
  1. Analisis Transaksi
  2. Jurnal
  3. Posting jurnal ke buku besar
  4. Neraca Saldo
  5. Jurnal Penyesuaian
  6. Neraca Lajur
  7. Jurnal Penutup
  8. Penyusunan Laporan Keuangan
  9. Neraca Saldo Setelah Penutupan
  10. Jurnal Balik
 SIKLUS AKUNTANSI
Bila digambarkan dapat dilihat sebagai berikut.
Transaksi --> Pencatatan --> Penggolongan --> Pengikhtisaran --> Laporan Akuntansi --> Menganalisa dan Menginterprestasikan --> Pihak Pemakai ( Intern & Extern ).

(1). Sumber - Sumber Dokumen Perusahaan
(2). Transaksi - Transaksi Perusahaan
(3). Transaksi Di catat Kedalam Jurnal



(6). Jurnal Penyesuaian
(5). Neraca Saldo
(4). Posting Kedalam Buku Besar



(7). Laporan Keuangan
(8). Penutupan Buku Besar
(9). Neraca Saldo Penutupan



(12). Pihak - Pihak Pemakai
(11). Laporan Akuntansi
(10). Jurnal Pembalikan


1. Jurnal
Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar

a.       Jurnal Umum
Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
Contoh Jurnal Umum :
Tanggal
Keterangan/Akun
Ref
Debet
Kredit





















Keterangan :
Kolom Tanggal
diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)
Kolom Keterangan
diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
Kolom referensi (Ref)
diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
Kolom Debit/ Kredit
diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi

b.      Jurnal khusus
Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

1.      Jurnal penjualan (Sales Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
Dalam perusahaan yang memerlukan data mengenai hutang PPN tiap terjadi transaksi penjualan, buku jurnal penjual bisa dibuat dalam bentuk sebagai berikut :

Contoh Jurnal Penjualan dengan memperhitungkan PPN :
Tgl
Nomor Faktur
Nama Debitor
Ref
DEBET
KREDIT
Piutang Dagang
PPN Keluaran
Penjualan






















2.      Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

3.      Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
  • Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
  • Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre'dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :

4.      Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit.

2.Buku Besar

Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.

  BENTUK BUKU BESAR

 Bentuk Akun Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:

 
             Nama Rekening                No. ………
Debet                    Kredit
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  

























 
Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat transaksi dicatat.
Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.

3.Neraca saldo
Adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari rekening buku besar.
4. Kertas kerja atau neraca lajur
Neraca saldo adalah merupakan bahan utama penyusunan laporan keuangan tetapi ternyata tidak semuanya rekening yang ada di neraca saldo langsung dapat digunakan, namun masih ada yang belum menunjukkan posisi atau keadaan yang sebenarnya.
Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan karena adanya hal-hal di atas maka perlu dibuat kertas kerja atau neraca lajur. Kertas kerja adalah daftar yang berlajur-lajur yang dipergunakan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
5. Laporan keuangan
Berdasarkan kertas kerja atau neraca lajur lajur di atas maka dapat dibuat laporan keuangan.
6.Jurnal Penutup
Untuk menutup rekening sementara atau rekening nominal maka beban dan Pendapatan dipindahkan ke rekening laba/rugi melalui jurnal penutup yang dibuat di jurnal umum. Secara formal jurnal penyesuaian dn jurnal penutup dipindahkan ke buku besar untuk menutup rekening sementara.
7. Neraca saldo penutupan
Setelah buku besar ditutup maka dapat dihitung saldo dalam buku besar dan dapat disusun neraca saldo setelah penutupan, sekaligus berfungsi untuk mengontrol kebenaran jumlah debet dan kredit.
8. Jurnal Pembalik

Ayat pembalik merupakan alternatif. Artinya boleh dibuat boleh tidak, tergantung ayat penyesuaian sebelumnya. Jika ayat sebelumnya misalnya: mendebit rekening biaya dan mengkredit aktiva, maka sesuai dengan azas konsistensi maka perlu dibuat jurnal pembalik setelah buku besar ditutup, tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu dibuat jurnal pembalik.
Tahap pengikhtisaran dapat dilihat sebagai berikut:

4.1.2.       Pembahasan Hasil Kerja Praktek
1.      Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

PT Unilever Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian
30 September 2011 dan 31 Desember 2010

(Dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)

30 September 2011     catatan                        31 Desember/ December 2010


ASET
Aset Lancar

Kas dan setara kas                   364,475                                   2d,3                             317,759
Piutang usaha

(Setelah dikurangi penyisihan piutang tidak tertagih sebesar Rp 1.751 pada tahun 2011 dan Rp 3.981 pada tahun 2010)

- Pihak ketiga                           1,954,301                    2g, 4                           1,445,450
- Pihak-pihak berelasi              129,622                       2c, 4                           122,088

Uang muka dan piutang lain-lain

- Pihak ketiga                           133,580                                  5                                 182,773
- Pihak-pihak berelasi              44,579                                    2c, 8c                          2,322
Persediaan                               1,842 ,115                  2h, 6                             1,574,060

(Setelah dikurangi penyisihan persediaan usang dan persediaan tidak terpakai/tidak laris sebesar Rp 83.269 pada tahun 2011 dan Rp 63.306 pada tahun 2010)

pajak dibayar dimuka              46,927                         2s, 16c                         51,533
Beban dibayar di muka                        71,184                         2o, 9                            52,145


Jumlah Aset Lancar               4,586,783                                                        3,748,130














Aset Tidak Lancar

Aset tetap                                 5,153,935                    2i, 2j, 10a                    4,148,778

 (Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 1.087.755 pada tahun 2011 dan Rp 913.074 pada tahun 2010)

Goodwill                                              61,925                         2l, 11                           61,925

 (Setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 22.029 pada tahun 2011 dan Rp 22.029 pada tahun 2010)

Aset tidak berwujud                 609,004                                   2m, 12                         646,356

 (Setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 446.952 pada tahun 2011 dan Rp 353.522 pada tahun 2010)

Beban pensiun dibayar di muka          31,955                         2t, 19                           45,696
Aset lain-lain                           53,228                         13                                50,377


Jumlah Aset Tidak Lancar    5,910,047                                                        4,953,132


JUMLAH ASET                                 10,496,830                                                      8,701,262




























KEWAJIBAN
Kewajiban Lancar

Pinjaman jangka pendek                      468,0002q,                 14                                190,000
Hutang usaha
- Pihak ketiga                           1,974,624                    2r, 15                           1,612,672
- Pihak-pihak berelasi              321,882                                   2c, 15                          203,921
Hutang pajak                           221,041                                   2s, 16d                         208,778
Beban yang masih harus dibayar         2,269,000                    17                                1,460,974
Hutang lain-lain
- Pihak ketiga                           474,771                                   18                                555,057
- Pihak-pihak berelasi              32,340                         2c, 8d                          171,538


Jumlah Kewajiban Lancar    5,761,658                                                        4,402,940

Kewajiban Tidak Lancar

Kewajiban pajak tangguhan     56,856                         2s, 16b                         49,939
Kewajiban imbalan kerja                     228,002                                   2t, 19                           199,530


Jumlah Kewajiban Tidak Lancar      284,858                                                                       249,469


Jumlah Kewajiban                 6,046,516                                                        4,652,409




























EKUITAS

Modal saham                           76,300                         2v, 21                          76,300

 (Modal dasar, seluruhnya ditempatkan dan disetor penuh: 7.630.000.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10 (nilai penuh) per lembar saham untuk tahun 2011 dan 2010)

Agio saham                              15,227                         2v, 22                          15,227
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali                 80,773                         2c, 23                          80,773
Saldo laba yang dicadangkan   15,260                         25                                15,260
Saldo laba yang belum dicadangkan 4,258,598                                                           3,857,859

Ekuitas yang dapat diatribusikan
 kepada Pemilik Entitas                        4,446,158                                                        4,045,419
Kepentingan Non-pengendali  4,156                                                               3,434


Jumlah Ekuitas                                   4,450,314                                                        4,048,853


JUMLAH KEWAJIBAN
DAN EKUITAS                                  10,496,830                                                      8,701,262



























2.      Laporan Laba Rugi Konsolidasian

PT Unilever Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Untuk Periode-Periode Yang Berakhir Pada
30 September 2011 dan 2010

(Dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)

2011                Catatan/ Notes                        2010
PENJUALAN BERSIH          17,322,170                  2p, 26                          14,684,937

HARGA POKOK
PENJUALAN             (8,432,314)                  2p, 27                          (7,071,171)

LABA KOTOR                      8,889,856                                                        7,613,766

BEBAN USAHA                     (4,839,145)                                                      (4,206,631)
Beban pemasaran
dan penjualan                          (3,881,252)                  2p, 28a                                    (3,315,416)
Beban umum dan
administrasi                             (957,893)                     2p, 28b                        (891,215)

LABA USAHA                       4,050,711                                                        3,407,135

(BEBAN)/PENGHASILAN
LAIN-LAIN                            (3,151)                                                             6,641
Keuntungan pelepasan
aset tetap                                  1,128                           2i, 10d                         56
(Kerugian)/keuntungan
selisih kurs, bersih                   (6,306)                         2e                                (4,283)
Penghasilan bunga                   28,063                                                             33,288
Beban bunga                            (26,036)                                                           (22,420)

LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN                    4,047,560                                                        3,413,776
Beban pajak penghasilan         (1,021,379)                  2s, 16a                         (864,270)

LABA TAHUN
BERJALAN                            3,026,181                                                        2,549,506
Pendapatan/(beban)
komprehensif lain                    -                                                                       -
setelah pajak



LABA KOMPREHENSIF
 BERSIH                                 3,026,181                                                        2.549,506
Laba yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk               3,025,459                                                        2,551,274
Kepentingan Non-pengendali  722                                                                  (1,768)

Jumlah laba tahun berjalan   3,026,181                                                        2.549,506
Laba komprehensif bersih yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk               3,025,459                                                        2,551,274
Kepentingan Non-pengendali  722                                                                  (1,768)

Jumlah laba komprehensif
 bersih                                     3,026,181                                                        2.549,506

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
(dinyatakan dalam nilai penuh
 Rupiah per saham)                  397                              2v, 30                          334


Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
merupakan bagian yang tidak terpisahkan
 dari laporan keuangan konsolidasian.































3.      Laporan Arus Kas Konsolidasian

PT Unilever Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode-Periode Yang Berakhir Pada
30 September 2011 dan 2010

(Dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)
2011                Catatan/ Notes            2010
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan dari pelanggan                  18,463,312                                          15,649,281
Pembayaran kepada pemasok              (12,471,526)                                        (11,521,754)
Pembayaran remunerasi direksi
dan karyawan                                      (648,642)                                             (593,487)
Pembayaran imbalan kerja                   (15,649)                       19                    (22,585)
Pembayaran untuk beban
jasa dan royalti                                    (704,312)                                             (475,651)
Kas yang dihasilkan dari operasi         4,623,183                                            3,035,804
Penerimaan dari pendapatan bunga     28,050                                                 22,060
Pembayaran bunga                              (26,036)                                               (11,355)
Pelunasan pinjaman karyawan 3,094                                                   2,210
Pembayaran atas kurang bayar pajak   -                                                           -
Pembayaran pajak penghasilan
Badan                                                  (954,835)                                             (941,365)

Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi             3,673,456                                            2,107,354

Arus kas dari aktivitas investasi
Pembelian aset tetap                            (1,288,731)                                          (791,577)
Pembelian aset tidak berwujud            (3,313)                                                 (40,789)
Hasil penjualan aset tetap                    8,355                           10c                  1,787

Arus kas bersih yang digunakan
 untuk aktivitas investasi                    (1,283,689)                                          (830,579)

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan pinjaman jangka pendek   468,000                       14                    630,000
Pembayaran pinjaman jangka pendek  (190,000)                     14                    -
Pembayaran dividen kepada
pemegang saham                                 (2,618,894)                  24                    (2,276,283)

Arus kas bersih yang digunakan
 untuk aktivitas pendanaan                (2,340,894)                                          (1,646,283)



Penurunan/(kenaikan) bersih
kas dan setara kas                              48,873                                                 (369,508)
Dampak perubahan kurs terhadap
kas dan setara kas                                (2,157)                                                 (10,340)

Kas dan setara kas pada
 awal tahun                                         317,759                                               858,322

Kas dan setara kas pada
akhir tahun                                         364,475           2a, 2d, 3                      478,474

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian.

Transaksi non-kas
Perolehan aset tetap melalui hutang
(dicatat dalam akun
"Hutang lain-lain")                               76,527                                                 104,486

Non-cash transactions
Perolehan aset tidak berwujud
melalui hutang
(dicatat dalam akun
"Beban yang masih harus dibayar")     86,514             17                                39,477




























DAFTAR PUSTAKA



http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CCgQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.unilever.co.id%2FImages%2FAR%2520UNVR%25202012_tcm110
354322.pdf&ei=b4XKUrDnJsXDrAfhoYH4CQ&usg=AFQjCNHbwRnSa-EqLE7CqLm7lTEQaOElTA&sig2=AoGTEhChGD-LGhw-2ugqBA&bvm=bv.58187178,d.bmk/kamis, 9 januari 2014