Laporan Kerja Praktek (LPK)
Tentang
“Menganalisis Pencatatan Dalam
Akuntansi pada
PT. Unilever Indonesia Tbk.”
KATA PENGANTAR
Dengan
mengucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan
rahmat dan karunianya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan
hasil pelaksanaan praktek kerja industri (PRAKERIN).
Penyusunan
laporan praktek kerja industri ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti
Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun 2014 dan laporan ini juga sebagai bukti bahwa
saya (penulis) telah melaksanakan dan menyelasaikan praktek kerja industri di
PT. UNILEVER INDONESIA Tbk.
laporan
ini dapat terbuat dan di selesaikan dengan adanya bantuan dari pihak pembimbing
materi maupun teknis, oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih
kepada ibu Dr. Renny Nur Ainy
selaku dosen mata kuliah Pengantar Akuntansi 1.
Saya
menyadari kekurangan-kekurangan, baik mengenai materi maupun penyusunan-nya
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan waktu penulis. Oleh karena itu saya
dengan senang hati akan menerima segala kritik dan saran yang ditujukan untuk
perbaikan agar menjadikan laporan ini menjadi lebih sempurna.
Depok, januari 2014
Penyusun
Elis
Roliska
DAFATR ISI
Halaman
LEMBAR JUDUL..................................………………………………………………... i
KATA PENGANTAR...................................………………….………………………… ii
DAFTAR ISI………………………..............................………………………………... iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang ……...................................................…………….……….. 5
1.2.
Materi Kerja Praktek ............................................……………….…….…... 6
1.3.
Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek ............................................................... 7
BAB II : TEMPAT KERJA PRAKTEK
2.1. Gambaran Umum Perusahaan/ Instansi
....................................................... 8
2.1.1. Sejarah PT. Unilever
Indonesia...................................................... 8
2.1.2. Perluasan Unilever
Indonesia ........................................................ 9
2.1.3.. Kronologi ..................................................................................... 10
2.1.4. Misi dan Visi .................................................................................. 11
2.3.
Struktur Organisasi
......................................................................................... 12
BAB III : METODE PRAKTEK
3.1.
Tempat Kerja Praktek dan Periode Kerja Praktek ......................................... 15
3.1.1. Tempat Kerja
Praktek..................................................................... 15
3.1.2. Periode kerja praktek .................................................................... 15
3.1.Metode yang di Gunakan Dalam Kerja Praktek
............................................ 16
BAB
IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Kerja Praktek ..................................................................................... 17
4.1.1. Siklus atau Proses
Pencatatan dalam Akuntansi.................................. 17
4.1.2. Pembahasan Hasil Kerja
Praktek......................................................... 21
BAB V : PENUTUP
5.1.
Kesimpuklan .................................................................................................
29
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 30
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Proses pencatatan akuntansi adalah
salah satu aktivitas yang penting didalam sebuah perusahaan. Kecepatan
pemprosesan atau perhitungsan seringkali
terlambat dikarenakan hal-hal praktis yang dikerjakan secara manual. Adanya
suatu prosedur kerja berdasarkan struktur organisasi dan konsep manajemen yang
diberlakukan terkadang tidak efisien dan dapat berakibat tidak terintegrasinya
informasi yang berpengaruh langsung pada kualitas outputnya. Proses manual dalam
perhitungan pencatatan akuntansi terkadang cukup banyak menghabiskan waktu dan
biaya. Manajemen system keuangan adalah
teknik pengolahan akuntansi dalam suatu perusahaan. Perhitungan yang cepat,
tepat dan akurat akan mendukung roda perekonomian perusahaan tersebut untuk
menjadi sehat dan berkembang pesat. Oleh karena itu manajemen system keuangan dapat
menjadi salah satu solusi penyelesaian untuk proses pengolahan perhitungan
keuangan bagi suatu perusahaan. Dengan berkembangkannya teknologi akuntansi
dari tahunke tahun manajemen keuangan mengalami
perubahan yang cukup besar. Bahkan dalamperkembangannya disiplin ilmu manajemen
keuangan memperoleh bentuk – bentuk baru
yang sebelumnya tidak nampak menjadi terbuka untuk digali dan dikembangkan
menjadi teori-teoriyang kemudian diaplikasikan untuk menjadi softwear yang
dapat berguna untuk mendukung kinerja manusia. Tetapi perkembangan dilapangan
yang dinamis seringkali menimbulkan permasalahan,dikarenakan tidak idealnya
kondisi lapangan yang dilihat dari sudut pandang teori. Sehingga kemampuan
untuk menyelesaikan permasalahan dengan teori yang didapatkan sering kali terbentuk
dari pengalaman menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada dilapangan baik
yang berhubungan dengan teori yang bersangkitan maupun hal lain. Kerja praktek
merupakan sarana latihan dalam pengembangan pendidikan yang diperoleh dibangku
kuliah sehingga dengan adanya kerja praktek ini diharapkan mahasiswa
memahamibagaimana menerapkan ilmunya di lapangan pekerjaan.
Berdasarkan
latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa pencatatan dalam
akuntansi yang ada pada salah satu perusahaan terkemuka yaitu PT.Unilever
Indonesia Tbk. Untuk itu penulis member judul karya ilmiah ini dengan nama “Menganalisis Pencatatan Dalam Akuntansi
pada PT. Unilever Indonesia.”
1.2 Materi
Kerja Praktek
Dari
sekian banyaknya ruang lingkup kegiatan usaha pada PT.Unilever Indonesia,
maka sangatlah penting untuk membatasi masalah yang akan dibahas untuk penyusunan
Laporan Kerja praktek ini. Untuk membatasi permasalahan tersebut, maka akan
dilakukan pembahasan materi kerja praktek tentang Menganalisis
Pencatatan Dalam Akuntansi pada PT. Unilever Indonesia yaitu :
1.
Laporan
Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian 30 September 2011 dan 31 Desember 2010
2.
Laporan Laba Rugi Konsolidasian Periode Yang
Berakhir Pada
30 September 2011 dan
2010
3.
Laporan
Arus Kas Konsolidasian Periode 30 September 2011 dan 2010
1.3. Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek
1.3.1. Tujuan
Kerja Praktek
a. Tujuan Umum
Tujuan
umum dari kerja praktek ini saya lakukan adalah untuk mengadakan perpaduan
antara ilmu yang telah saya dapatkan di bangku perkuliahan dengan
kejadian-kejadian di lapangan sebagai objek penerapan teori, khususnya
menyangkut keuangan. Di samping itu merupakan suatu persyaratan untuk memenuhi
nilai akhir pada Jurusan Manajemen Keuangan di Universitas Gunadarma.
b.
Tujuan Khusus
Adapun
tujuan khusus dari kerja praktek ini adalah untuk mengetahui :
4.
Laporan
Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian 30 September 2011 dan 31 Desember 2010
5.
Laporan Laba Rugi Konsolidasian Periode Yang
Berakhir Pada
30 September 2011 dan
2010
6.
Laporan
Arus Kas Konsolidasian Periode 30 September 2011 dan 2012
1.3.2. Manfaat Kerja Praktek
1.
Institusi dapat memanfaatkan mahasiswa Kerja Praktek dalam membantu
menyelesaikan tugas-tugas di unit kerja masing-masing
2.
Institusi mendapat alternative calon karyawan yg telah dikenal mutu dan
kredibilitasnya.
3.
Menciptakan kerjasama yang baik antara Jurusan manajemen keuangan di
Universitas Gunadarma dan Institusi tempat magang mahasiswa.
BAB
II
TEMPAT
KERJA PRAKTEK
2.1 Gambaran Umum Institusi
2.1.1.
Sejarah PT. Unilever Indonesia
PT Unilever
Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken
N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris
di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie
dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van
Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan
dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.
Dengan akta
No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980,
nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang
dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama
perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui
oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23
Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998
Tambahan No. 39.
Perusahaan
mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya
setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam)
No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.
Pada Rapat
Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham
menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100
per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris
dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10
Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.
Perusahaan
bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan
makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan
produk-produk kosmetik.
Sebagaimana
disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang
dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo,
S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor
utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh
Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik
Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.
Perusahaan
memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.
2.1.2 Perluasan Unilever Indonesia
Pada tanggal
22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah
Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang
bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus
cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan
merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.
Pada tanggal
3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad,
untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di
bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk
dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad
mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang
dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual
sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.
Dalam Rapat
Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima
persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr
Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait).
Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham
antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21
Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI.
Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan
metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan
perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI
tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan
persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No.
740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun
2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian
bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra)
sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan
merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah
terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan
Januari 2008.
2.1.3 Kronologi
1920-30
Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933
Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936
Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV
Angke, Jakarta
1941
Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46
Kendali oleh unilever dihentikan (Perang Dunia II)
1965-66
Di bawah kendali pemerintah
1967
Kendali usaha kembali ke Unilever
berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981
Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982
Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988
Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990
Terjun di bisnis teh
1992
Membuka pabrik es krim
1995
Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98
Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999
Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000
Terjun ke bisnis kecap
2001
Membuka pabrik teh – Cikarang
2002
Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003
Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004
Terjun ke bisnis makanan ringan
2005
Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008
Terjun ke bisnis minuman sari buah
2010
Perusahaan memasuki bisnis pemurnian air dengan meluncurkan Pureit
2011
Perusahaan mendirikan pabrik sabun mandi Dove di Surabaya
sekaligus memperluas pabrik es krim Wall’s dan Skin Care di Cikarang
2.1.4. Misi
Misi
korporasi Unilever adalah untuk meningkatkan vitalitas hidup. Hal ini menunjukkan
bagaimana perusahaan benar-benar memahami pelanggan abad 21 dan kehidupan
mereka.
2.1.5. Visi
“To become
the first choice of consumer, costumer and community”
2.2. Struktur Organisasi
Direksi
Direksi adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Unilever IndonesiaMaurits Daniel Rudolf Lalisang
Presiden
Direktur.
Warga
Negara Indonesia.
Tevilyan Yudhistira Rusli
Direktur
Warga
Negara Indonesia.
Hadrianus Setiawan
Direktur.
Warga
Negara Indonesia.
Ramakrishnan Raghuraman
Direktur.
Warga
Negara India
Debora Herawati Sadrach
Direktur.
Warga
Negara Indonesia.
Ira Noviarti
Direktur.
Warga
Negara Indonesia.
Direktur.
Warga
Negara India.
Ainul Yaqin
Direktur.
Warga
Negara Indonesia.
Enny Hartati Sampurno
Direktur.
Warga
Negara Indonesia.
Sancoyo Antarikso
Direktur
& Sekretaris Perusahaan.
Warga
Negara Indonesia.
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan terbatas (PT).Peter Frank Ter Kulve
Presiden
Komisaris.
Warga
negara Belanda.
Bambang Subianto
Komisaris
Independen.
Warga
Negara Indonesia
Cyrillus Harinowo
Komisaris
Independen.
Warga
Negara Indonesia.
Erry Firmansyah
Komisaris
Independen.
Warga
Negara Indonesia.
Hikmahanto Juwana
Komisaris
Independen.
Warga
negara Indonesia.
Komite Audit
Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi kepengawasannya dengan melaksanakan kajian atas integritas laporan keuangan Unilever Indonesia; manajemen risiko dan pengendalian internal; kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan perundang-undangan; kinerja, kualifikasi dan independensi auditor eksternal; dan implementasi dari fungsi audit internal.Erry Firmansyah
Ketua
Komite Audit,
Warga
Negara Indonesia
Muhammad Saleh
Anggota Komite
Audit.
Warga
Negara Indonesia.
Benny Redjo Setyono
Anggota Komite
Audit.
Warga
Negara Indonesia.
BAB III
METODE PRAKTEK
3.2. Tempat Kerja Praktek dan Periode Kerja Praktek
3.2.1. Tempat Kerja Praktek
Kerja
praktek atau magang merupakan salah satu persyaratan untuk menyusun Laporan
Kerja Praktek (LKP). Dalam kegiatan magang ini, penulis mencari data-data yang
relevan dengan judul penulisan. Penulis melakukan kerja praktek pada Perusahaan
PT.Unilever
Indonesia yang berada di JI. Jababeka Raya
II Kawasan industri Jababeka – Cikarang. Posisi
ketika magang adalah staff administrasi.
3.2.2. Periode Kerja Praktek
Batasan waktu yang ditentukan oleh
Universitas Gunadarma untuk kerja praktek atau magang selama libur semester 4
ke semester 5 dan minimal melakukan kerja praktek adalah 14 hari. Selama kerja praktek penulis melakukan beberapa kegiatan pada
bagian administrasi.
3.3.Metode
yang di Gunakan Dalam Kerja Praktek
Untuk
mendapatkan data yang relevan dengan Laporan Kerja Praktek yang dibuat, maka
penulis melakukan pengumpulan data-data melalui:
3.3.1.
Studi Lapangan
a.
Kerja Praktek
Penulis melakukan kerja praktek di
perusahaan PT. Unilever
indonesia dan menjadi bagian yang menjalankan sistem yang berlaku
di perusahaan tersebut, yaitu pada bagian administrasi. Selama kerja praktek,
penulis melakukan beberapa tugas sesuai dengan judul Laporan Kerja Praktek.
b.
Pengamatan
Selama kerja praktek berlangsung,
penulis melakukan pengamatan terhadap Bagian Devisi Pemasran untuk mengetahui
seperti apa metode pemasaran
dan keuangan yang dilakukan pada PT. Unilever indonesia.
c.
Wawancara
Penulis melakukan tanya jawab kepada
staf bagian administrasi untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan dalam
memasarkan setiap produknya sehingga akhirnya sampai ke konsumen.
3.3.2.
Studi Pustaka
Agar penulis dapat mempertanggung jawabkan
teori yang digunakan dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek , maka penulis
melakukan pencarian landasan teori yang berlaku sesuai dengan tema penulisan.
BAB
IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1.
Hasil Kerja Praktek
4.1.1. Siklus
atau Proses Pencatatan dalam Akuntansi
Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan
mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan.
Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang
termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian
ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari
organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang
telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak
dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi
dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.
Siklus Akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus di lalui dalam
proses akuntansi yang berjalan terus menerus dan berulang.
Siklus
Akuntansi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan :
- Analisis Transaksi
- Jurnal
- Posting jurnal ke buku besar
- Neraca Saldo
- Jurnal Penyesuaian
- Neraca Lajur
- Jurnal Penutup
- Penyusunan Laporan Keuangan
- Neraca Saldo Setelah Penutupan
- Jurnal Balik
SIKLUS AKUNTANSI
Bila digambarkan dapat dilihat sebagai berikut.
Bila digambarkan dapat dilihat sebagai berikut.
Transaksi
--> Pencatatan --> Penggolongan --> Pengikhtisaran --> Laporan
Akuntansi --> Menganalisa dan Menginterprestasikan --> Pihak Pemakai (
Intern & Extern ).
|
(1).
Sumber - Sumber Dokumen Perusahaan
|
|
(2).
Transaksi - Transaksi Perusahaan
|
|
(3).
Transaksi Di catat Kedalam Jurnal
|
|
|
|
|||||
|
(6).
Jurnal Penyesuaian
|
|
(5).
Neraca Saldo
|
|
(4).
Posting Kedalam Buku Besar
|
|
|
|
|||||
|
(7).
Laporan Keuangan
|
|
(8).
Penutupan Buku Besar
|
|
(9).
Neraca Saldo Penutupan
|
|
|
|
|||||
|
(12).
Pihak - Pihak Pemakai
|
|
(11).
Laporan Akuntansi
|
|
(10).
Jurnal Pembalikan
|
|
1. Jurnal
Dalam akuntansi, Jurnal
adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis
pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
a. Jurnal Umum
Bentuk atau format buku jurnal
sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan
yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :
Contoh Jurnal Umum :
|
Tanggal
|
Keterangan/Akun
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
Keterangan :
|
Kolom Tanggal
|
diisi tanggal terjadinya transaksi
secara kronologis (menurut urutan waktu)
|
|
Kolom Keterangan
|
diisi dengan nama akun yang harus
di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang
harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun
yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya,
jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.
|
|
Kolom referensi (Ref)
|
diisi nomor kode akun buku besar
sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada
saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.
|
|
Kolom Debit/ Kredit
|
diisi dengan sejumlah nilai/angka
yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi
|
b. Jurnal khusus
Dipergunakan untuk mencatat
transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan
perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
1. Jurnal penjualan (Sales
Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
Dalam perusahaan yang memerlukan data mengenai hutang
PPN tiap terjadi transaksi penjualan, buku jurnal penjual bisa dibuat dalam
bentuk sebagai berikut :
Contoh Jurnal Penjualan dengan memperhitungkan PPN :
|
Tgl
|
Nomor
Faktur
|
Nama
Debitor
|
Ref
|
DEBET
|
KREDIT
|
|
|
Piutang
Dagang
|
PPN
Keluaran
|
Penjualan
|
||||
2. Jurnal penerimaan kas (Cash
Receives Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
3. Jurnal pengeluaran kas (Cash
Payments Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :
- Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
- Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)
Oleh karena itu pengeluaran kas
meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek
atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas
biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau
bilyet giro.
Bentuk atau kolom-kolom jurnal
pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan
volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam
perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre'dit sehingga sering
melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus
disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan
yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom
khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.
Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :
4. Jurnal Pembelian (Purchases
Journal)
Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit.
Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .
Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit.
2.Buku Besar
Buku Besar
adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada
dalam laporan keuangan.
Buku ini
mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada
akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap
transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke
Buku Besar secara berkala.
BENTUK BUKU BESAR
Bentuk
Akun Buku Besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut:
Nama
Rekening No.
………
Debet Kredit
|
Tgl.
|
Keterangan
|
Ref.
|
Jumlah
|
Tgl.
|
Keterangan
|
Ref.
|
Jumlah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bagian
Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat
transaksi dicatat.
Proses
posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam
jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam
perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.
3.Neraca saldo
Adalah
daftar yang berisi saldo-saldo dari rekening buku besar.
4. Kertas kerja atau neraca lajur
Neraca saldo adalah merupakan bahan utama penyusunan laporan keuangan
tetapi ternyata tidak semuanya rekening yang ada di neraca saldo langsung dapat
digunakan, namun masih ada yang belum menunjukkan posisi atau keadaan yang
sebenarnya.
Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan karena adanya hal-hal di atas
maka perlu dibuat kertas kerja atau neraca lajur. Kertas kerja adalah daftar
yang berlajur-lajur yang dipergunakan untuk mempermudah penyusunan laporan
keuangan.
5. Laporan keuangan
Berdasarkan kertas kerja atau
neraca lajur lajur di atas maka dapat dibuat laporan keuangan.
6.Jurnal Penutup
Untuk menutup rekening sementara
atau rekening nominal maka beban dan Pendapatan dipindahkan ke rekening
laba/rugi melalui jurnal penutup yang dibuat di jurnal umum. Secara formal
jurnal penyesuaian dn jurnal penutup dipindahkan ke buku besar untuk menutup
rekening sementara.
7. Neraca
saldo penutupan
Setelah buku besar ditutup maka dapat dihitung saldo dalam buku besar dan
dapat disusun neraca saldo setelah penutupan, sekaligus berfungsi untuk
mengontrol kebenaran jumlah debet dan kredit.
8. Jurnal Pembalik
Ayat pembalik merupakan
alternatif. Artinya boleh dibuat boleh tidak, tergantung ayat penyesuaian
sebelumnya. Jika ayat sebelumnya misalnya: mendebit rekening biaya dan
mengkredit aktiva, maka sesuai dengan azas konsistensi maka perlu dibuat jurnal
pembalik setelah buku besar ditutup, tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu
dibuat jurnal pembalik.
Tahap
pengikhtisaran dapat dilihat sebagai berikut:
4.1.2. Pembahasan Hasil Kerja Praktek
1. Laporan
Posisi Keuangan (Neraca)
PT Unilever
Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Posisi
Keuangan (Neraca) Konsolidasian
30 September 2011
dan 31 Desember 2010
(Dalam jutaan Rupiah
kecuali dinyatakan lain)
30 September 2011 catatan 31 Desember/ December
2010
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 364,475 2d,3 317,759
Piutang usaha
(Setelah dikurangi penyisihan piutang tidak tertagih
sebesar Rp 1.751 pada tahun 2011 dan Rp 3.981 pada tahun 2010)
- Pihak ketiga 1,954,301 2g, 4 1,445,450
- Pihak-pihak berelasi 129,622 2c, 4
122,088
Uang muka dan piutang lain-lain
- Pihak ketiga
133,580 5
182,773
- Pihak-pihak berelasi 44,579
2c, 8c 2,322
Persediaan
1,842 ,115 2h, 6 1,574,060
(Setelah dikurangi penyisihan persediaan usang dan
persediaan tidak terpakai/tidak laris sebesar Rp 83.269 pada tahun 2011 dan Rp
63.306 pada tahun 2010)
pajak dibayar dimuka 46,927 2s,
16c 51,533
Beban dibayar di muka 71,184 2o,
9 52,145
Jumlah Aset Lancar 4,586,783 3,748,130
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 5,153,935 2i, 2j, 10a 4,148,778
(Setelah
dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 1.087.755 pada tahun 2011 dan Rp
913.074 pada tahun 2010)
Goodwill 61,925 2l, 11 61,925
(Setelah
dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 22.029 pada tahun 2011 dan Rp 22.029
pada tahun 2010)
Aset tidak berwujud 609,004 2m, 12 646,356
(Setelah
dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 446.952 pada tahun 2011 dan Rp
353.522 pada tahun 2010)
Beban pensiun dibayar di muka 31,955 2t,
19 45,696
Aset lain-lain 53,228 13 50,377
Jumlah Aset Tidak Lancar 5,910,047 4,953,132
JUMLAH ASET 10,496,830 8,701,262
KEWAJIBAN
Kewajiban Lancar
Pinjaman jangka pendek 468,0002q, 14 190,000
Hutang usaha
- Pihak ketiga 1,974,624 2r, 15 1,612,672
- Pihak-pihak berelasi 321,882 2c,
15 203,921
Hutang pajak 221,041 2s, 16d 208,778
Beban yang masih harus dibayar 2,269,000 17 1,460,974
Hutang lain-lain
- Pihak ketiga 474,771 18 555,057
- Pihak-pihak berelasi 32,340 2c,
8d 171,538
Jumlah Kewajiban Lancar 5,761,658 4,402,940
Kewajiban Tidak Lancar
Kewajiban pajak tangguhan 56,856 2s,
16b 49,939
Kewajiban imbalan kerja 228,002 2t,
19 199,530
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 284,858 249,469
Jumlah Kewajiban 6,046,516 4,652,409
EKUITAS
Modal saham 76,300 2v, 21 76,300
(Modal dasar,
seluruhnya ditempatkan dan disetor penuh: 7.630.000.000 lembar saham biasa
dengan nilai nominal Rp 10 (nilai penuh) per lembar saham untuk tahun 2011 dan
2010)
Agio saham 15,227 2v, 22 15,227
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 80,773 2c, 23 80,773
Saldo laba yang dicadangkan 15,260 25 15,260
Saldo laba yang belum dicadangkan 4,258,598 3,857,859
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada
Pemilik Entitas 4,446,158 4,045,419
Kepentingan Non-pengendali 4,156 3,434
Jumlah Ekuitas 4,450,314 4,048,853
JUMLAH KEWAJIBAN
DAN EKUITAS 10,496,830 8,701,262
2. Laporan
Laba Rugi Konsolidasian
PT
Unilever Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan
Laba Rugi Konsolidasian
Untuk
Periode-Periode Yang Berakhir Pada
30
September 2011 dan 2010
(Dalam
jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)
2011 Catatan/
Notes 2010
PENJUALAN BERSIH 17,322,170 2p,
26 14,684,937
HARGA POKOK
PENJUALAN (8,432,314) 2p,
27 (7,071,171)
LABA KOTOR 8,889,856 7,613,766
BEBAN USAHA (4,839,145) (4,206,631)
Beban pemasaran
dan penjualan (3,881,252) 2p, 28a (3,315,416)
Beban umum dan
administrasi (957,893) 2p, 28b (891,215)
LABA USAHA 4,050,711 3,407,135
(BEBAN)/PENGHASILAN
LAIN-LAIN (3,151) 6,641
Keuntungan pelepasan
aset tetap 1,128 2i, 10d 56
(Kerugian)/keuntungan
selisih kurs, bersih (6,306) 2e (4,283)
Penghasilan bunga 28,063 33,288
Beban bunga (26,036) (22,420)
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 4,047,560 3,413,776
Beban pajak penghasilan (1,021,379) 2s, 16a (864,270)
LABA TAHUN
BERJALAN 3,026,181 2,549,506
Pendapatan/(beban)
komprehensif lain - -
setelah pajak
LABA KOMPREHENSIF
BERSIH 3,026,181 2.549,506
Laba yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 3,025,459 2,551,274
Kepentingan Non-pengendali 722 (1,768)
Jumlah laba tahun
berjalan 3,026,181 2.549,506
Laba komprehensif bersih yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 3,025,459 2,551,274
Kepentingan Non-pengendali 722 (1,768)
Jumlah laba
komprehensif
bersih 3,026,181 2.549,506
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
(dinyatakan dalam nilai penuh
Rupiah per
saham) 397 2v, 30 334
Catatan atas laporan
keuangan konsolidasian
merupakan bagian yang
tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian.
3. Laporan
Arus Kas Konsolidasian
PT Unilever
Indonesia Tbk dan Anak Perusahaan
Laporan Arus Kas
Konsolidasian
Untuk
Periode-Periode Yang Berakhir Pada
30 September 2011
dan 2010
(Dalam
jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain)
2011 Catatan/
Notes 2010
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan dari pelanggan 18,463,312 15,649,281
Pembayaran kepada pemasok (12,471,526) (11,521,754)
Pembayaran remunerasi direksi
dan karyawan (648,642) (593,487)
Pembayaran imbalan kerja (15,649) 19 (22,585)
Pembayaran untuk beban
jasa dan royalti (704,312) (475,651)
Kas yang dihasilkan dari operasi 4,623,183 3,035,804
Penerimaan dari pendapatan bunga 28,050 22,060
Pembayaran bunga (26,036) (11,355)
Pelunasan pinjaman karyawan 3,094 2,210
Pembayaran atas kurang bayar pajak - -
Pembayaran pajak penghasilan
Badan (954,835) (941,365)
Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi 3,673,456 2,107,354
Arus kas dari aktivitas investasi
Pembelian aset tetap (1,288,731) (791,577)
Pembelian aset tidak berwujud (3,313) (40,789)
Hasil penjualan aset tetap 8,355 10c 1,787
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi (1,283,689) (830,579)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan pinjaman jangka pendek 468,000 14 630,000
Pembayaran pinjaman jangka pendek (190,000) 14 -
Pembayaran dividen kepada
pemegang saham (2,618,894) 24 (2,276,283)
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan (2,340,894) (1,646,283)
Penurunan/(kenaikan) bersih
kas dan setara kas 48,873 (369,508)
Dampak perubahan kurs terhadap
kas dan setara kas (2,157) (10,340)
Kas dan setara kas pada
awal tahun 317,759 858,322
Kas dan setara kas pada
akhir tahun 364,475 2a, 2d, 3 478,474
Catatan atas laporan
keuangan konsolidasian
merupakan bagian yang
tidak terpisahkan
dari
laporan keuangan konsolidasian.
Transaksi non-kas
Perolehan aset tetap melalui hutang
(dicatat dalam akun
"Hutang lain-lain") 76,527 104,486
Non-cash transactions
Perolehan aset tidak berwujud
melalui hutang
(dicatat dalam akun
"Beban yang masih harus dibayar") 86,514 17 39,477
DAFTAR PUSTAKA
http://www.unilever.co.id/Minggu
,5 januari 2014/ 13.00
http://wahyudialifkecil.blogspot.com/2011/06/siklus-atau-proses-pencatatan-akuntansi.html/Minggu,5 januari 2014/ 13.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar